Breaking News

DDII Pasuruan Bela Yusril Soal Sikap Membela #PartaiBulanBintang

ilustrasi
KUPANG KEREN -- Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pasuruan membela sikap Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang dalam membela harkat dan martabat partai.

Pembelaan itu menyusul sikap DDII pusat yang mengkritis Yusril dana sebuah rurat terbuka.

Baca: DDII Tegur Yusril Ihza Mahendra Soal Rizieq Shihab

Berikut pembelaannya diambil dari Facebook:

SURAT TERBUKA DEWAN DA’WAH KOTA PASURUAN
KEPADA KETUA UMUM DEWAN DA’WAH Drs. H. Mohammad Siddik, MA
Kepada Yang Kami Hormati
Bapak Drs. H. Mohammad Siddik, MA.
Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
Di Jakarta
Bismillahirrahmanirrahiem,
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Semoga Allah Swt juga senantiasa memberikan petunjuk kepada kita dan menempatkan 
kita dalam golongan orang-orang yang sabar dalam menghadapi ujian sebagai hamba-Nya 
dan pemimpin.
Memperhatikan surat terbuka Dewan Da’wah yang ditandatangani Bapak Mohammad Siddik 
(selanjutnya disebut Pak Siddik) selaku Ketua Umum yang ditujukan kepada Prof. Dr. Yusril 
Ihza Mahendra (selanjutnya disebut YIM) yang intinya menegur dikarenakan menyebut 
Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan sebutan Raja Bohong dan selalu mendelegitimasi ijtima’
‘ulama.
Untuk itulah kami menyampaikan hal-hal yang patut diketahui, dipertimbangkan dan 
disikapi :
I. Tentang Raja Bohong
Pernyataan itu muncul atas tanggapan dari pernyataan HRS dalam rekaman
wawancaranya yang diunggah di youtube oleh FPI/Front TV. HRS telah menyatakan 
YIM bohong atas nama dia terhadap pernyataan tentang lemahnya keislaman Prabowo. 
HRS-pun dalam rekaman wawancara tersebut dalam rangka merespon pernyataan YIM 
dalam rekaman wawancara yang mengutip pandangan HRS terhadap lemahnya 
keislaman Prabowo. Itu sebabnya kemudian YIM mengeluarkan Chatt (Percakapan) via 
WA antara YIM-HRS.

Hal tersebut sekarang telah viral di media maenstream (cetak & elektronik) dan media 
sosial.
Dalam surat terbuka Dewan Da’wah itu tidak menjelaskan sama sekali ihwal pernyataan 
Raja Bohong sebab musababnya, dengan demikian Dewan Da’wah telah menjatuhkan 
tuduhan secara sepihak kepada YIM bahwa YIM tidak berakhlaq karimah yang mana 
YIM dalam rangka membela martabatnya juga Partai Bulan Bintang.
Adakah Dewan Da’wah telah mencermati dengan seksama alur cerita yang telah viral 
di media?. Jika saja chatt (percakapan via WA) antara YIM-HRS itu benar adanya 
sementara HRS telah terlanjur juga menyatakan bahwa YIM berbohong atas nama dia,
Sebutan apakah yang pantas diberikan kepada HRS (sebagian orang telah memberi 
gelar Imam Besar ummat Islam diluar gelar Imam Besar FPI) yang ternyata dia 
berbohong?, sementara saat ini rekaman wawancara HRS dengan Front TV telah 
beredar bahkan terpenggal-penggal dan orang yang menyimak berpotensi mempunyai 
kesimpulan bahwa YIM “pembohong”.
II. YIM & PBB Mendukung Ahok
Dalam rekaman HRS dengan Front TV menyatakan bahwa YIM & PBB saat Pilkada DKI 
mendukung Ahok, padahal pada kenyataannya DPW PBB DKI mendukung Anies-Sandi. 
Sekiranya pada kenyataanya fakta dan dokumen serta berita media bahwa PBB 
mendukung Anies–Sandi, Sebutan apakah yang tepat bagi HRS yang terlanjur membuat 
pernyataan keliru?
Apakah Dewan Da’wah benar-benar mencermatinya?. Saat ini telah viral juga di media 
sosial penggalan-penggalan rekaman justru merugikan PBB saat ini
Dengan terbitnya surat terbuka Dewan Da’wah tersebut dan tidak menunjukkan 
keseimbangan penilaian terhadap suatu masalah kami menilai itu adalah tindakan gegabah,
tanpa perhitungan yang matang. Permasalahan ini juga akan berakibat semakin menambah 
jarak antara Partai Bulan Bintang dan Dewan Da’wah. 
Seandainya nanti ternyata dalam pembuktian bahwa Partai Bulan Bintang dan YIM benar, 
Apakah Dewan Da’wah secara terbuka meminta maaf kepada YIM dan Partai Bulan Bintang 
dan sanggup meminta kepada HRS agar meminta maaf pula?
Dalam kaitan ini juga perlu kami sampaikan, setelah dilaksanakannya Rakernas Dewan 
Da’wah yang lalu telah beredar di media sosial tentang salah satu pembicaran dalam 
Rakernas tersebut yang pada intinya pada saat itu tidak digubrisnya Partai Bulan Bintang 
dalam rencana ‘Koalisi” Capres Prabowo justru ada penolakan oleh Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS), jika Prabowo melibatkan PBB maka PKS tidak akan bersama Prabowo. Hal ini tentunya akan berakibat urungnya pencalonan Prabowo. Kami yakin infomasi yang 
beredar tersebut diketahui oleh Dewan Da’wah, tetapi Dewan Da’wah tidak memberikan 
tanggapan dan keterangan tentang informasi tersebut.
Alhasil Partai Bulan Bintang saat ini yang telah mengambil sikap berbeda dengan beberapa 
partai yang digolongkan sebagai Koalisi Ummat menjadi cercaan dan makian bahkan 
bahasa HRS, PBB berkhianat. Dalam hal ini seperti ada rekayasa, PBB tidak diterima dalam 
koalisi tapi setelah tidak di dalam koalisi tersebut dikatakan sebagai pengkhianat lalu dibully 
dimana-mana dengan kata lain “Tenggelamkan Partai Bulan Bintang”, nampaknya Dewan 
Da’wah membiarkan sama sekali dan seolah-olah turut menjadi bagian dalam rekayasa 
tersebut.
Upaya Dewan Da’wah dengan ambil sikap dalam Pilpres mendukung Prabowo-Sandi dan 
Pileg memilih PBB seakan-akan lipstik semata.
Kami harap Dewan Da’wah agar juga introspeksi dan menjaga situasi baik untuk Partai 
Bulan Bintang saat ini juga kepentingan ummat Islam.
Semoga ada manfaatnya, serta hanya ampunan dan pertolongan Allah Swt yang kami 
harapkan.
Wabillahittaufieq Wal Hidayah,
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Pasuruan, 01 Sya’ban 1440 H
06 April 2019 M
Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
Kota Pasuruan
RIZAL AMINUDDIN LATIEF
Ketua,


Sebelumnya beredar pula sebuah tulisan bernada serupa berjudul Kompor Pagi

*Kompor Pagi*

DDII memang unik.
Merasa, dan memang bagian dari, bidan lahirnya PBB, sering menegur langkah politik, baik tokoh partai maupun langkah organisasi PBB.
Tapi, kali ini,
Lihat dan renungkanlah!

Setelah beberapa saat yang lalu,
Lewat seseorang yang mau bersuara,
Meski mengelak saat diminta konfirmasi,
Terungkap tentang keberatan PKS atas masuknya PBB dalam koalisi 02.
Konon,
PKS mengancam akan keluar dari koalisi,
Jika PBB diikutkan dalam koalisi 02.
Ancaman itu berakibat pada tak cukupnya kursi untuk mencapreskan Prabowo, karenanya terancam gagal nyapres.
Sebagai gantinya,
Peserta koalisi terdaftar harus minus PBB.

Cerita ini, terungkap dalam forum yang digelar oleh DDII di kawasan Puncak.
Akibatnya,
PBB, bukan saja tertolak di 02,
bahkan memantapkan diri di 01.
Tentu dengan segala resiko,
Salah satunya dari DDII.

Dan,
Sejak kemarin,
DDII membuat Surat Terbuka
Kepada Pribadi Ketua Umum PBB,
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra,
atas pengungkapan Chatt Rizieq Shihab dan Prof. Yusril di WA beberapa bulan lalu,
Yang intinya pada pernyataan RS tentang *Kadar Keislaman Prabowo yang pas-pasan*. Serta, *lingkungan sekitar Prabowo yang masih banyak Islamophobia, anti-Islam.*

DDII menilai bahwa,
Langkah Prof. Yusril jauh dari Akhlaqul Karimah, dan bla...bla..bla.
Intinya,
Prof. Yusril salah!

Surat Terbuka itu,
Ditandatangani oleh Ketua DDII,
Mohammad Siddik, MA.
Sampai sini,
aku tak, dan belum mau berkomentar.
Sampai beberapa orang mengungkap identitas organisasi, afiliasi politik dari Ketua Umum DDII itu,
Ternyatah, (baca pakek huruf h ya!),
Bos-nya DDII itu aktivis PAN.

Hmmm...,
Lengkaplah sudah penderitaan PBB ini,
Dibuat musuh-musuhnya!

Sumber: https://www.facebook.com/search/str/kompor+pagi/keywords_search?epa=SEARCH_BOX

Tidak ada komentar