PLC Yaman Perkuat Kehadiran di Aden dan Abyan
Berita terbaru dari Yaman mengungkap fakta mengejutkan mengenai divisi Nation Shield yang selama ini dipandang sebagai kekuatan baru di Aden dan Abyan. Ternyata, kelompok ini sudah berada di wilayah tersebut sejak lama, jauh sebelum dinamika konflik terbaru di selatan.
Divisi ini dikenal memiliki tiga brigade utama, dengan brigade pertama sepenuhnya terdiri dari pasukan selatan, termasuk dari wilayah Sabiha, Hawashib, Lahj, Abyan, Radhfan, Al-Dhale, dan Yafa. Pasukan ini telah terlibat aktif dalam operasi di berbagai titik strategis di selatan.
Informasi yang dikutip dari Mustafa Al-Houshbi menjelaskan bahwa brigade pertama Nation Shield tidak perlu “memasuki” Aden atau Abyan karena mereka memang sudah hadir di wilayah itu sejak lama. Hal ini berbeda dengan persepsi publik yang menganggap mereka baru datang.
Sejak sebelum peristiwa di Hadhramaut, brigade pertama telah membangun kehadiran signifikan, termasuk tiga divisi yang beroperasi di Al-And. Sepanjang waktu, mereka dikenal tidak menimbulkan masalah atau bentrokan dengan pasukan selatan setempat.
Kehadiran mereka di Aden dan Abyan menjadi bukti bahwa pasukan selatan memiliki jaringan logistik dan militer yang kuat, yang mampu melindungi warga dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Brigade kedua Nation Shield terdiri dari pasukan Hadramaut, sedangkan brigade ketiga beranggotakan orang utara dengan komandan dari utara. Brigade ketiga ini pernah membelot terhadap komandan mereka sendiri dan ikut dalam serangan ke pasukan selatan di Hadhramaut sesuai perintah pihak luar.
Brigade pertama, yang dipimpin oleh Sheikh Bashir Al-Subeihi, dikenal sangat proaktif dalam menyelamatkan tentara selatan yang tertangkap di medan perang. Setiap tawanan dibebaskan, diberi uang oleh komandan, dan diantar ke Shabwa dengan kendaraan militer.
Tidak hanya itu, setiap prajurit yang terluka mendapat pertolongan medis, sementara jenazah pasukan selatan yang gugur diambil dan dikirim dengan ambulans ke wilayah aman. Pendekatan ini menunjukkan disiplin tinggi dan kepedulian terhadap rekan mereka.
Pasukan ini juga membuka jalur evakuasi bagi prajurit selatan yang terjebak di lokasi-lokasi strategis, bahkan sambil membawa persenjataan mereka. Ini menandakan kemampuan taktis dan solidaritas yang kuat di antara brigade pertama Nation Shield.
Mustafa Al-Houshbi menekankan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh propaganda media yang mencoba memandang kedatangan brigade pertama ke Aden atau Abyan sebagai hal baru. Fakta menunjukkan mereka sudah lama hadir dan memberi manfaat positif.
Sementara itu, brigade ketiga, yang terdiri dari orang utara, sering kali bertindak di luar komando lokal dan mengikuti perintah eksternal. Tindakan mereka pernah menimbulkan konflik internal dan serangan terhadap pasukan selatan di Hadhramaut.
Brigade kedua Nation Shield, yang berasal dari Hadramaut, memiliki pola operasi yang berbeda. Mereka tetap berfokus pada wilayah Hadramaut dan tidak terlibat langsung dalam konflik Aden-Abyan, namun siap mendukung operasi selatan jika diperlukan.
Keberadaan brigade pertama ini menegaskan bahwa pasukan selatan memiliki kekuatan militer yang terorganisir dengan baik dan loyal terhadap kepemimpinan mereka sendiri. Hal ini memperkuat posisi politik dan keamanan selatan di tengah ketegangan regional.
Selain tugas tempur, brigade pertama juga memiliki peran kemanusiaan. Mereka aktif mengevakuasi warga sipil dari zona konflik dan memastikan bantuan medis serta logistik sampai ke tangan yang membutuhkan.
Kedekatan antara komandan dan prajurit menjadi salah satu faktor utama keberhasilan brigade ini. Loyalitas dan koordinasi internal membuat mereka dapat bertindak cepat dan efektif di medan yang kompleks.
Kehadiran mereka di Aden dan Abyan juga menunjukkan bahwa strategi pertahanan selatan tidak hanya mengandalkan pasukan baru, melainkan pasukan yang sudah memiliki pengalaman panjang dan pemahaman mendalam tentang wilayah.
Bagi warga lokal, brigade pertama Nation Shield menjadi simbol keamanan dan perlindungan. Mereka memberikan rasa aman tanpa menimbulkan ketegangan baru dengan kelompok atau faksi lain.
Informasi ini menantang narasi media luar yang cenderung menekankan konflik antara pasukan selatan dan brigade baru. Realitas di lapangan menunjukkan hubungan yang lebih harmonis dan terorganisir.
Kedepannya, brigade pertama Nation Shield akan tetap menjadi kekuatan sentral di Aden dan Abyan, dengan peran ganda: mempertahankan keamanan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pasukan selatan.
Dengan pengalaman dan kehadiran yang telah teruji, divisi ini membuktikan bahwa strategi lokal selatan tidak selalu harus bergantung pada campur tangan eksternal. Mereka mampu menjaga wilayah dan warga dengan profesionalisme tinggi.
Sejarah panjang keberadaan mereka di wilayah selatan menunjukkan bahwa konsep “baru” dalam konteks militer tidak selalu relevan. Brigade pertama Nation Shield telah lama menjadi pilar keamanan dan stabilitas bagi Aden, Abyan, dan sekitarnya.

Tidak ada komentar